Pemerintah Luncurkan Program Internet Desa, 8.000 Titik Wi-Fi Gratis Ditarget Rampung 2027
Pemerintah resmi meluncurkan program Internet Desa yang menargetkan 8.000 titik Wi-Fi gratis di balai desa, puskesmas, dan sekolah di daerah tertinggal hingga akhir 2027.

JAKARTA, LINTAS – Pemerintah resmi meluncurkan program Internet Desa yang menargetkan 8.000 titik Wi-Fi gratis di balai desa, puskesmas, dan sekolah di daerah tertinggal hingga akhir 2027. Peluncuran dilakukan secara serentak dari 34 provinsi, Senin pagi.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital menyebut program ini menyasar desa yang hingga kini belum terjangkau jaringan seluler 4G. Setiap titik akan dilengkapi perangkat tenaga surya sehingga tetap menyala saat listrik padam.
Kami ingin anak-anak di desa bisa belajar daring, petani bisa cek harga pasar, dan puskesmas bisa konsultasi dengan dokter spesialis tanpa harus ke kota.
Tahap pertama mencakup 2.100 titik di Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, dan Kalimantan Utara. Pemasangan dikerjakan bersama badan usaha milik desa yang nantinya juga bertugas merawat perangkat.
Kecepatan minimal 20 Mbps
Pemerintah menetapkan kecepatan minimal 20 Mbps per titik dengan kuota tanpa batas. Akses akan dibatasi untuk situs pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dan layanan keuangan pada jam sekolah, lalu dibuka untuk umum pada sore hari.
Kepala Desa Oelnasi di Kabupaten Kupang menyambut baik program tersebut. Menurutnya, selama ini warga harus naik ke bukit untuk mendapatkan sinyal ketika mengirim laporan dana desa.
Pengawasan melibatkan warga
Untuk mencegah perangkat terbengkalai, setiap titik dipantau melalui dasbor daring yang bisa diakses publik. Warga juga dapat melaporkan gangguan melalui nomor pengaduan yang ditempel di setiap lokasi.
Anggaran program tahun pertama mencapai Rp2,4 triliun yang bersumber dari dana kewajiban pelayanan universal operator telekomunikasi.



Tulis komentar